VIDA AULIA RAKHMAN Apr 14th, 2008 at 6:19 pm
Kebudayaan memang tidak bisa terlepas dari unsurnya dan seperti yang telah dijelaskan di atas kebudayaan terbentuk apabila ketujuh unsurnya itu merupakan suatu pendorong hasil dari suatu tindakan manusia. seperti yang EWA jelaskan tentang masyarakat minang yang apabila kita ingin mengetahui kebudayaan minang kita harus dapat mempelajari salah satu dari ketujuh unsur itu yang termuat misalnya bahasa tentunya lewat itu dapat diketahui paling sedikit bagaimana kebudayaan itu.
Contoh lain banyak pengacara di Indonesia yang menjalanakan keahliannya dengan menampangkan marganya, orang Batak mungkin dapat dinilai sebagai suatu pribadi yang tegas hal ini dapat dilihat dalam kelantangannya dalam berbicara dan mungkin dari situlah dapat sedikit diketahui kebudayaannya.
Misalnya Vd sendiri berasal dari Hulu sungai yang notaben kebudayaannya tentunya sangatlah berbeda dengan daerah yang lain,terlihat dari bahasa saja. Mungkin kita belum menyadari kenudayaan yang kita miliki itu apakah sudah terdapat 7 unsur yang telah dikemukakan oleh Koentjaraningrat.
Mohon koreksi EWA apabila terdapat kesalahan dlam pemahaman. Thankzz…
VIDA AULIA RAKHMAN Apr 8th, 2008 at 3:36 pm
Kita hidup dan berinteraksi di lingkungan selalu ingin membuat inovasi atau suatu pembaharuan, hal ini dikarenakan banyaknya dorongan yang datang sehingga timbul keinginan untuk menciptakan suatu pembaharuan.
Seperti pada telpon genggam saja hampir disetiap produk yang baru muncul beberapa program baru yang tidak ada pada ponsel sebelumnya, hal ini sebagai hasil dari pemikiran manusia yang dapat menyikapi perkembangan tekhnologi dan tekhnologi pun merupakan sebuah inovasi dari ketradisionalan alat dahulu yang telah dikembangkan.Hemat saya inovasi akan selalu terjadi selama manusia terus mengembangkan ilmu dan penetahuan yang dimilikinya.
Maaf EWA, saya ingin bertanya apakah ada perbedaan antara inovasi dan evolusi? Thankzz
VIDA AULIA RAKHMAN Apr 1st, 2008 at 11:00 am
Sebagai bagian warga negara Indonesia saya sangat bangga terhadap sikap toleransi yang sangat besar terhadap beraneka ragamnya etnik di Indonesia, maka tidak salah Indonesia mempunyai semboyan Bhineka Tunggal Ika yang walaupun berbeda tetap satu jua.Asimilasi pun terjadi karena kontak sosial manusia, Indonesia sangat menghormati perbedaan walaupun dibalik semua itu berbagai macam masalah melanda kita,seperti krisis segala-galanya.di Banding Amerika sebagai negara adikuasa dan merupakan kiblat dunia yang tidak dapat menghargai perbedaan.Thankzz…
VIDA AULIA RAKHMAN Apr 1st, 2008 at 10:44 am
Akulturasi akan terus terjadi hal ini dikarenakan proses interaksi yang selalu terjadi dalam kehidupan. Hasil dari akulturasi itu sendiri dan kadang membawa banyak kelebihan dan adapula kekurangannya.Selama akulturasi yang terjadi itu tidak menghilangkan ciri khas keasliannya sah-sah saja. Kita tidak akan pernah terlepas dari akulturasi itu sendiri. Dalam pergulan sehari-hari pun tanpa kita sadari proses itu terjadi.Seperti sekarang ini dalam lingkup yang sangat luas misalkan saja adanya organisasi dunia yaitu PBB yang terdiri dari berbagai negara di belahan dunia ini masing-masing tentunya punya cara masing-masing dalam penyelesaian masalah yang ada di Negaranya. Melalui PBB cara-cara itu digabung menjadi satu dan akhirnya melahirkan cara baru yang awalnya merupakan kepentingan satu negara akhirnya melahirkan cara baru untuk kepentingan bersama.Thankzz BapaK…
VIDA AULIA RAKHMAN Mar 19th, 2008 at 10:11 am
Bumi terdiri dar beberapa negara yang tentunya masing-masing memounyai kebudayaan yang merupakan ciri khas dari bangsa yang lain. Pengadaptasian kebudayaan luar pun tidak dapat dielakkkan kaena di negara kita khususnya banyak investor asing yang menanam saham bahkan menjalankan usaha di Indonesia.
Apalagi diera yang serba globalisasi ini sangat banyak kebudayaan yang masuk dan yang lebih mencengangkan proses akulturasi ini tidak jarang mengikis kebudayaan aslinya dan pemikiran local jenius sebagai ciri khas bangsa pribumi tidak ada lagi.Kebudayaan yang masuk pun bervariasi dari yang sifatnya hegatif dan ada pula sebagian yang positif. cara berpakaian kita pun cenderung meniru gaya ke barat-barat an.
Mungkin kita tengah dihadapkan dengan keadaan mencontoh segala sesuatu baik itu mengenai sistem pemerintahan yang memilih mencontek agar dapat mencapai kemekmurarn seperti bangsa yang dicontohnya dan tidak melihat bagaimana potensi yang dimiliki bangsda yang mengadaptasi sistem itu. Dalam pelajaran saja apabila kita salah dalam melaksanakan tugas kta malah diberikan himbauan agar melihat kepada teman bagaimana pengerjaan tugas yang benar walaupun alasannya hanya sekedar bertanya namun tetap meniru gaya penyelesaiannya.
Ya beginilah keadaan dan realiata yang ada sekarang dan untuk semua itu tergantung kita bagaimana menyikapi banyaknya unsur-unsur kebudayaan baru yang makain hari makin bertambah kemunculannya. Thanks EWA, Sehat selalu, amienn…
VIDA AULIA RAKHMAN Mar 10th, 2008 at 1:31 pm
Manusia dan binatang, dua kata yang tentu mempunyai pembeda yang sangat jauhkalau kita lihat dari segi fisiknya. setiap individu yang ada dimuka bumi ini mempunyai kepribadian masing-masing yang tentunya merupakan hasil dari pergaulan individu itu sendiri.
Kepribadian yang muncul pun merupakan pengaruh dari pengetahuan yang didapatkan dari setiap lingkungan individu itu dan diaplikasikan dalam kehidupan masing-masing.Manusia mempunyai nafsu yang dapat dikendalikan dalam pengambilan suatu tindakan sedangkan binatang tidak.
Menurut saya kita hidup sebagai bentuk suatu pembelajaran dalam pembentukan kepribadian diri kita sendiri dan karena hidup itu pilihan maka kepribadian yang bagaimanapun tergantung kita yang memilih dan menjalaninya.
VIDA AULIA RAKHMAN Mar 2nd, 2008 at 4:26 pm
Mungkin sangat aneh didengarnya kalau bangsa kita benar dijajah Saudagar tapi setekah dipikir lagi sebutan itu sangat tepat.Sumber yang mengatakan bangsa kita dijajah selama 3,5 abad itu digabung dengan perdagangan mereka mengingat dulu orang-orang pribumi dipaksa kerja untuk menghasilkan rempah-rempah yang nantinya dijual untuk keperluan keuangan kolonial.
Orang-orang kita dulu memang kurang berpikir seandainya mereka tidak mau bekerja kolonial tidak akan mendapatkan apa-apa,kolonial marah dan membunuh semua rakyat Indonesia dan tentu hasilnya juga tidak ada bagi kolonial,mungkin mereka bakalan cepat-cepat pulang karena gak mungkin semua rakyat kolonial datang ke Indonesia hanya untuk bertani saja,tapi sudahlah semua itu telah terjadi juga.
Sampai sekarang penjajahan terus berlanjut di Indonesia,misalnya pada Banjarmasin sudah banyak para pemodal asing yang berinvestasi dan tentunya sangat memepengaruhi kondisi pasar kita.Penjajahan gaya hidup pun telah menyebar pesat.
DuluA bangsa kita dijajah saudagar,sekarang bangsa kita masih dijajah tetapi oleh kaum Borjuis,ya beda tipislah tetap aja negara lain yang menjajahnya.Thankzzz……
VIDA AULIA RAKHMAN Mar 2nd, 2008 at 3:49 pm
Berbicara masalah korupsi hampir disetiap sudut kehidupan telah terjangkit wabah mendunia ini.Namun hal ini sangat sulit untuk dapat dihilangkan karena sudah menjadi suatu budaya yang sangat melekat.Permasalahan bangsa ini tak akan pernah habis mengenai korupsi,bahkan menurut saya bukan hanya oknum-oknum tertentu saja yang melakukannya,pemerintah pun ikut dalam polemik masalah ini.Sebagai contoh para pejabat-pejabat daerah maupun pusat secara tidak langsung telah mendapatkan hasil tindakan itu,bagaimana tidak banyaknya fasilitas-fasilitas pemerintahan yang mereka dapatkan yang membuat kita bertanya darimana dana yang dikeluarkan untuk memebeli fasilitas tersebut,contohnya saja mobil dinas dengan flat merahnya “bagincu bhsa banjarnya”tidak sesen pun uang pejabat itu keluar untuk membeli itu.Bukankah uang rakyat yang digunakan yasng pada awalnya diberikan sebagai bentuk kewajiban rakyat kepada negara dengan maksud dapat mensejahterakan rakyat tetapi dalam prakteknya rakyat malah tambah sengsara.
Saya menilai faktor inilah yang mungkin menyebabkan benyaknya orang yang tertarik untuk terjun dalam permainan politik pemerintahan yang sangat menjanjikan kesejahteraan.Apakah sudah pas penggunaan dana pemerintah untuk masyarakat?Hanya sedikit kontribusi yang didapat.
Senin, 02 Juni 2008
P K L ( Praktek Kerja Lapangan )
Kegiatan ini dilaksanakan hampir setiap akhir semester atau tepatnya pada waktu pekan teduh mahasiswa. maksud dari acara ini adalah sebagai salah satu bentuk observasi mahasiswa dan mahasiswi yang didampingi oleh dosen ke tempat yang dinilai masih menyimpan nilai historisnya sehingga dapat membantu dalam pemahaman materi sekaligus sebagai bentuk refresing mahasiswa.
Banyak hal yang diperoleh dari kegiatan ini, seperti pada PKL yang dilaksanakan di Desa Mentewe Kab. Tanah Bumbu, adapun obyek yang dilihat adalah Gua Sugung yang telah diteliti dan dilakukan penggalian oleh Balai Arkeologi dan dinyatakan sebagai tempat tinggal manusia purba jaman prasejarah dahulu. KIta dapat melihat dan mengetahui bagaimana ketentuan-ketentuan gua yang dapat dijadikan tempat tinggal.
Dalam perjalanan itu kita dapat tahu bagaimana pola dan cara hidup manusia pada waktu itu.Walaupun untuk biaya ke tempat itu menggunakan biaya sendiri tanpa ada dana bantuan dari fakultas.
Keinginan untuk dapat meminta bantuan dari fakultas itu ada, namun protokolernya sangat rumit dan berbelit-belit belum lagi tenggang waktu cairnya dana lumayan cukup lama sehingga rencana yang diharapkan juga mengalami penundaan.Hal ini lah yang membuat panitia mencari alternatif lain agar kegiatan dapat terus berjalan.Mahasiswa memang harus merogoh kocek dalam-dalam agar tercapainya kegiatan itu, alhasil yang didapat pun cukup setimpal dengan jumlah yang telah dikeluarkana secara pribadi itu dan muncul pula aanya kepuasan hati atas terselenggaranya kegiatan ini dalam artian kita belajar tidak hanya statis dikampus saja melainkan turun ke lapangan untuk melihat langsung.
Dan sebagai orang yang belajar tentang sejarah kegiatan ini memang patut untuk dilaksanakan dan diikuti untuk lebih dapat memahami materi kesejarahan yang diberikan.
Banyak hal yang diperoleh dari kegiatan ini, seperti pada PKL yang dilaksanakan di Desa Mentewe Kab. Tanah Bumbu, adapun obyek yang dilihat adalah Gua Sugung yang telah diteliti dan dilakukan penggalian oleh Balai Arkeologi dan dinyatakan sebagai tempat tinggal manusia purba jaman prasejarah dahulu. KIta dapat melihat dan mengetahui bagaimana ketentuan-ketentuan gua yang dapat dijadikan tempat tinggal.
Dalam perjalanan itu kita dapat tahu bagaimana pola dan cara hidup manusia pada waktu itu.Walaupun untuk biaya ke tempat itu menggunakan biaya sendiri tanpa ada dana bantuan dari fakultas.
Keinginan untuk dapat meminta bantuan dari fakultas itu ada, namun protokolernya sangat rumit dan berbelit-belit belum lagi tenggang waktu cairnya dana lumayan cukup lama sehingga rencana yang diharapkan juga mengalami penundaan.Hal ini lah yang membuat panitia mencari alternatif lain agar kegiatan dapat terus berjalan.Mahasiswa memang harus merogoh kocek dalam-dalam agar tercapainya kegiatan itu, alhasil yang didapat pun cukup setimpal dengan jumlah yang telah dikeluarkana secara pribadi itu dan muncul pula aanya kepuasan hati atas terselenggaranya kegiatan ini dalam artian kita belajar tidak hanya statis dikampus saja melainkan turun ke lapangan untuk melihat langsung.
Dan sebagai orang yang belajar tentang sejarah kegiatan ini memang patut untuk dilaksanakan dan diikuti untuk lebih dapat memahami materi kesejarahan yang diberikan.
Soto Banjar
Setiap daerah tentunya memiliki masakan khas yang menjadi ciri daerah tersebut. Seperti halnya pada suku Banjar makanan khas yang sangat digemari adalah Soto Banjar dan dijadikan sebagai mascot masakan khas provinsi Kalimantan Selatan dimata Indonesia, bahkan setiap orang-orang luar yang datang ke Kalimntan Selatan sangat disayangkan apabila tidak dapat mencicipinya.
Soto Banjar ini di buat dengan bahan utama ayam yang beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat.
Seperti halnya soto ayam, bumbu Soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu menghidangkan.
Dalam buku Koentjaraningrat yang menggambarkan empat wujud kebudayaan dengan simbolis digambarkan sebagai empat lingkaran konsentris. Dalam hal ini mengenai makanan khas yang dihasilkan masuk pada lingkaran 2 yang menggambarkan wujud dari tingkah laku manusianya. Kebudayaan dalam wujud ini masih bersifat konkret, dapat difoto, dan dapat difilm. Pada jaman prasejarah manusia sudah berusaha untuk mendapatkan makanan demi kelangsungan hidupnya, walaupun sebelum makan mereka harus berburu dan selanjutnya mereka mengenal cara bercocok tanam.
Soto Banjar merupakan hasil dari sebuah ide untuk dapat membuat masakan yang dapat menjadi ciri makanan khas daerah, yang dilanjutkan dengan aktifitas, kegiatan ini dimaksudkan agar ide yang telah tertuang bisa mencapai keinginan dan dengan perpaduan dua unsur itu menghasilkan satu karya atau hasil yang didapat dan lahirlah Soto Banjar.
Tidak hanya soto Banjar saja yang dikenal di Indonesia daerah-daerah lain juga mempunyai cita rasa soto tersendiri yang merupakan hasil dari ide, aktifitas, dan karya masing-masing. Bahkan ada pula yagn menyebutkan soto adalah masakan pemersatu rakyat Indonesia. Pada soto Banjar penyajiannya beraneka ragam, di Banjarmasin terkenal dena pasar terapung yang beraktifitas pada jam 06.00 pagi yang dengan hanya mengunjungi itu kita dapat menikmati soto Banjar diatas perahu atau klotok sambil menikmati keindahan dan keunikan pasar diatas sungai.
Resep soto Banjar :
Bahan :• 1 ekor Ayam muda• 2 buah Kentang direbus dipotong-potong• 100 gram Soun yang sudah direndam• 3 sdm Bawang goreng• 1 sdm Bawang putih goreng• 5 batang Seledri dirajang• 4 butir Telur rebus dibelah empat bagian• 4 buah Perkedel• 4 sdm Minyak goreng untuk menumis• 1 buah Ketupat Banjar dipotong-potong• 1 batang Kayu manis• 2 sdm Kecap asin• 2 buah Jeruk nipis• 1500 ml AirBumbu yang dihaluskan :• 4 buah Bawang merah• 3 siung Bawang putih• 1/2 sdt Adas• 1/2 sdt Jintan• 3 cm Jahe• 2 cm Kunyit• 1/2 sdt Merica• 1 sdt GaramCara membuat :• Rebus ayam dengan kayu manis dan garam hingga mendidih.• Tumis bumbu yang dihaluskan dengan menggunakan minyak goreng hingga harum, kemudian masukkan ke dalam rebusan ayam, rebus kembali hingga ayam empuk.• Angkat ayam dari rebusan kemudian tiriskan hingga dingin kemudian suwir.Racikkan :• Letakkan ketupat di atas mangkuk beserta soun, kentang, perkedel, suwiran ayam, telur, kemudian siram dengan kuah soto. Taburkan bawang goreng, bawang putih goreng, seledri dan perahan jeruk, hidangkan.
Soto Banjar ini di buat dengan bahan utama ayam yang beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat.
Seperti halnya soto ayam, bumbu Soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu menghidangkan.
Dalam buku Koentjaraningrat yang menggambarkan empat wujud kebudayaan dengan simbolis digambarkan sebagai empat lingkaran konsentris. Dalam hal ini mengenai makanan khas yang dihasilkan masuk pada lingkaran 2 yang menggambarkan wujud dari tingkah laku manusianya. Kebudayaan dalam wujud ini masih bersifat konkret, dapat difoto, dan dapat difilm. Pada jaman prasejarah manusia sudah berusaha untuk mendapatkan makanan demi kelangsungan hidupnya, walaupun sebelum makan mereka harus berburu dan selanjutnya mereka mengenal cara bercocok tanam.
Soto Banjar merupakan hasil dari sebuah ide untuk dapat membuat masakan yang dapat menjadi ciri makanan khas daerah, yang dilanjutkan dengan aktifitas, kegiatan ini dimaksudkan agar ide yang telah tertuang bisa mencapai keinginan dan dengan perpaduan dua unsur itu menghasilkan satu karya atau hasil yang didapat dan lahirlah Soto Banjar.
Tidak hanya soto Banjar saja yang dikenal di Indonesia daerah-daerah lain juga mempunyai cita rasa soto tersendiri yang merupakan hasil dari ide, aktifitas, dan karya masing-masing. Bahkan ada pula yagn menyebutkan soto adalah masakan pemersatu rakyat Indonesia. Pada soto Banjar penyajiannya beraneka ragam, di Banjarmasin terkenal dena pasar terapung yang beraktifitas pada jam 06.00 pagi yang dengan hanya mengunjungi itu kita dapat menikmati soto Banjar diatas perahu atau klotok sambil menikmati keindahan dan keunikan pasar diatas sungai.
Resep soto Banjar :
Bahan :• 1 ekor Ayam muda• 2 buah Kentang direbus dipotong-potong• 100 gram Soun yang sudah direndam• 3 sdm Bawang goreng• 1 sdm Bawang putih goreng• 5 batang Seledri dirajang• 4 butir Telur rebus dibelah empat bagian• 4 buah Perkedel• 4 sdm Minyak goreng untuk menumis• 1 buah Ketupat Banjar dipotong-potong• 1 batang Kayu manis• 2 sdm Kecap asin• 2 buah Jeruk nipis• 1500 ml AirBumbu yang dihaluskan :• 4 buah Bawang merah• 3 siung Bawang putih• 1/2 sdt Adas• 1/2 sdt Jintan• 3 cm Jahe• 2 cm Kunyit• 1/2 sdt Merica• 1 sdt GaramCara membuat :• Rebus ayam dengan kayu manis dan garam hingga mendidih.• Tumis bumbu yang dihaluskan dengan menggunakan minyak goreng hingga harum, kemudian masukkan ke dalam rebusan ayam, rebus kembali hingga ayam empuk.• Angkat ayam dari rebusan kemudian tiriskan hingga dingin kemudian suwir.Racikkan :• Letakkan ketupat di atas mangkuk beserta soun, kentang, perkedel, suwiran ayam, telur, kemudian siram dengan kuah soto. Taburkan bawang goreng, bawang putih goreng, seledri dan perahan jeruk, hidangkan.
Kebangkitan Nasional Tak Mempunyai Makna
Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei ini tetap menjadi polemik perseteruan perebutan nama besar, dimana pada tanggal ini ditandai dengan berdirinya sebuah organisasi Budi Utomo yang didirikan oleh Sutomo atau sapaan akrab Bung tomo mendapat kecaman bahwa bukan organisasi ini yang pertama terbentuk melainkan sarekat Islam lah yang mendahului mereka, sampai sekarang pun peristiwa sejarah itu masih menjadi pertanyaan. Dapat dilihat betapa pentingnya sebuah nama besar sebagai salah satu bentuk legitimasi agar apa yang telah di bentuk dan di rintis pada masa lalu dapat menjadi kenangan yang harus selalu diingat oleh rakyat Indonesia.
100 tahun bukan waktu yang singkat bagi perjalanan pemerintahan Indonesia, banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan demi tercapainya kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia. sejak ditandai dan diakuinya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh pemerintahan Jepang maka dimulai lah pembenahan diri pemerintahan Indonesia dalam perputaran perekonomian kancah dunia. Banyak pihak yang menyatakan kemerdekaan berawal dan bersumber berkat lahirnya Budi Utomo yang merupakan tonggak utama dari keinginan untuk merintis kemerdekaan negara sendiri, sumpah pemuda pun dijadikan pula sebagai pemicu lahirnya ini. Gerakan-gerakan ini lahir karena para pemuda Indonesia telah mengecap pendidikan seadanya yang diperoleh karena politik etis pemerintahan Belanda terhadap kaum pribumi kita. ternyata kita masih terlalu lama dijajah Belanda dibandingkan dengan peringatan seabad Kebangkitan Nasional kita,itulah Indonesia tanah air yang kucintai.
Pada masa sekarang Kebangkitan Nasional diperingati dengan acara-acara besar yang membutuhkan banyak biaya yang kita tidak mengetahui darimana asal muasal dana itu diambil. Seabad nominal angka yang besar untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Banyak permasalahan yang timbul yang mewarnai peringatan ini diantarnya dengan kenaikan harga BBM yang sangat meresahkan semua pihak, terjadi demo dimana-mana yang menentang akan kebijakan pemerintahan itu. namun tidak ada yang bisa dibuat pemerintah atas kenaikan harga itu karena memang keadaan minyak dunia sedang mengalami kenaikan.
Peristiwa diatas adalah kado istimewa bagi kita, kebangkitan nasional yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginan. Harapan sebagai rakyat Indonesia untuk bisa bangkit dari keterpurukan krisis yang melanda malah bertambah.Kebangkitan yang muncul karena keinginan hati rakyat Indonesia pada jaman dulu yaitu agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya menjadi bebanding terbalik dari apa yang dicitai-citakan sebelumnya.
Masih kurangnya kesadaran akan bagaimana makna bangkit itu sendiri yang menjadi kurangnya rasa memiliki antar sesama untuk menjaga dan membahagiakan satu sama lainnya. Pendidikan dan kesehatan gratis dijadikan sebagai misi utama yang harus dipenuhi dan dicapai dalam setiap pencalonan kepala pemerintahan. Dua faktor ini yang selalu dielu-elukan untuk dapat mensukseskan dan semi kelancaran pemilihan itu agar dapat dipercaya oleh rakyat menjadi pemimpin pemerintahan. Tidak terlihat disini tindakan yang mencerminkan adanya kemauan untuk dapat bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang selalu menghantui tiap daerah di Indonesia,ikrar sumpah pemuda yang merupakan pencetus kesatuan tidak dirasakan.
Kesatuan itu hampir tidak ada, yang muncul hanya kepentingan golongan untuk dapat berada di puncak kekuasaan teringgi di negara. Lumayan serupa dengan jaman kerajaan dulu yang lebih mementingkan kepentingan intern kerajaannya daripada harus bersatu demi menjaga keutuhan nusantara,dan dampaknya dapat diruntuhkannya kerajaan-kerajaan itu. Kekuasaan menjadi faktor penggairah utama yang dianggap menjamin kemakmuran dan kesejahteraan.
Kebangkitan Nasional hampir tidak mempunyai makna sekarang ini, peringatan-peringatan yang dilaksanakan hanya sebagai formalitas belaka agar dapat dikatakan sebagai bangsa yang masih menghargai sejarah. Mengapa demikian??? karena pesan dari peristiwa itu sendiri tidak dapat dipahami dan dimaknai dengan baik. Berusahalah Indonesia !!!!
100 tahun bukan waktu yang singkat bagi perjalanan pemerintahan Indonesia, banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan demi tercapainya kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia. sejak ditandai dan diakuinya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh pemerintahan Jepang maka dimulai lah pembenahan diri pemerintahan Indonesia dalam perputaran perekonomian kancah dunia. Banyak pihak yang menyatakan kemerdekaan berawal dan bersumber berkat lahirnya Budi Utomo yang merupakan tonggak utama dari keinginan untuk merintis kemerdekaan negara sendiri, sumpah pemuda pun dijadikan pula sebagai pemicu lahirnya ini. Gerakan-gerakan ini lahir karena para pemuda Indonesia telah mengecap pendidikan seadanya yang diperoleh karena politik etis pemerintahan Belanda terhadap kaum pribumi kita. ternyata kita masih terlalu lama dijajah Belanda dibandingkan dengan peringatan seabad Kebangkitan Nasional kita,itulah Indonesia tanah air yang kucintai.
Pada masa sekarang Kebangkitan Nasional diperingati dengan acara-acara besar yang membutuhkan banyak biaya yang kita tidak mengetahui darimana asal muasal dana itu diambil. Seabad nominal angka yang besar untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Banyak permasalahan yang timbul yang mewarnai peringatan ini diantarnya dengan kenaikan harga BBM yang sangat meresahkan semua pihak, terjadi demo dimana-mana yang menentang akan kebijakan pemerintahan itu. namun tidak ada yang bisa dibuat pemerintah atas kenaikan harga itu karena memang keadaan minyak dunia sedang mengalami kenaikan.
Peristiwa diatas adalah kado istimewa bagi kita, kebangkitan nasional yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginan. Harapan sebagai rakyat Indonesia untuk bisa bangkit dari keterpurukan krisis yang melanda malah bertambah.Kebangkitan yang muncul karena keinginan hati rakyat Indonesia pada jaman dulu yaitu agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya menjadi bebanding terbalik dari apa yang dicitai-citakan sebelumnya.
Masih kurangnya kesadaran akan bagaimana makna bangkit itu sendiri yang menjadi kurangnya rasa memiliki antar sesama untuk menjaga dan membahagiakan satu sama lainnya. Pendidikan dan kesehatan gratis dijadikan sebagai misi utama yang harus dipenuhi dan dicapai dalam setiap pencalonan kepala pemerintahan. Dua faktor ini yang selalu dielu-elukan untuk dapat mensukseskan dan semi kelancaran pemilihan itu agar dapat dipercaya oleh rakyat menjadi pemimpin pemerintahan. Tidak terlihat disini tindakan yang mencerminkan adanya kemauan untuk dapat bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang selalu menghantui tiap daerah di Indonesia,ikrar sumpah pemuda yang merupakan pencetus kesatuan tidak dirasakan.
Kesatuan itu hampir tidak ada, yang muncul hanya kepentingan golongan untuk dapat berada di puncak kekuasaan teringgi di negara. Lumayan serupa dengan jaman kerajaan dulu yang lebih mementingkan kepentingan intern kerajaannya daripada harus bersatu demi menjaga keutuhan nusantara,dan dampaknya dapat diruntuhkannya kerajaan-kerajaan itu. Kekuasaan menjadi faktor penggairah utama yang dianggap menjamin kemakmuran dan kesejahteraan.
Kebangkitan Nasional hampir tidak mempunyai makna sekarang ini, peringatan-peringatan yang dilaksanakan hanya sebagai formalitas belaka agar dapat dikatakan sebagai bangsa yang masih menghargai sejarah. Mengapa demikian??? karena pesan dari peristiwa itu sendiri tidak dapat dipahami dan dimaknai dengan baik. Berusahalah Indonesia !!!!
Langganan:
Postingan (Atom)